Mar 6, 2007,1:14 PM
Untuk Perempuan

Sebagai sesama perempuan saya heran mengapa ada saja perempuan yang menyesal dilahirkan menjadi seorang perempuan. Alhasil seluruh penampilannya total dipermak demi menutupi keperempuanannya. Mulai dari rambut cepak abis, celana robek-robek, backpack segede bangkong, sepatu boot sampai sebatang rokok menjadi seragam kebesaran hariannya. Julukan sebagai cewek tomboy pun semakin membuat ia semakin bangga dan pe-de abis. Bahkan pada level yang lebih ekstrim, untuk urusan cinta bukan cowok keren, cool and trendy lagi yang mereka lirik. Mereka lebih suka pada sesama jenis mereka, alias lesbi. Astaghfirullahal’adziim. ….

Hal ini bisa jadi berawal dari beberapa faktor yang melatar-belakangi penyesalan mereka dilahirkan sebagai seorang perempuan. Entah faktor internal atau pribadi misalnya, yang biasanya didorong oleh kondisi psikologis seseorang yang menyebabkan ketidakpuasan yang akhirnya berujung pada penyesalan ataupun faktor eksternal seperti keluarga atau miliu yang turut andil dalam mengkondisikan sikap dan pemikiran seseorang, yang akhirnya membuat sang perempuan melancarkan aksi gugatan terhadap status keperempuanannya.


Kalau saja mereka tahu, bahwa menjadi seorang perempuan adalah sebuah hal yang istimewa dan anugrah yang luar biasa. Betapa Allah dan Rasul memberi perhatian khusus pada perempuan. Pengabadian nama perempuan dalam Al Qur’an yaitu Maryam, sosok perempuan yang sangat luar biasa. Al jannatu tahta aqdamil ummahat, salah satu diantara sejumlah hadits Rasulullah tentang perempuan yang menjelaskan betapa mulianya kedudukan perempuan. Bahkan menjelang wafat, dalam wasiatnya beliau menyebut al-nisa’ al-nisa’ al-nisa’ yang menunjukkan perhatian khususnya terhadap perempuan.

Ada satu lagi anugrah khusus yang diberikan oleh Allah yang hanya dimiliki oleh kaum perempuan. Gelar syuhada dengan jaminan syurga demi perjuangannya menghadirkan sebuah nyawa ke bumi dengan nyawanya sebagai pertukaran Subhanallaah. Kurang apalagi. Yang jelas kurang bersyukur kalau masih ada saja yang menyesalkan dilahirkan sebagai perempuan.

Perempuan…. Mengertilah, tidak ada satu kesia-sian pun Allah menciptakan kita. Kun fayakun. Allah mewujudkan apa saja yang dikehendakinya dengan perhitungan yang matang. Seperti yang dikatakan Sayid Qutb dalam Tafsir fi Dzilalil Qur’an, semua hal yang terjadi di dunia tidak terjadi secara kebetulan atau tanpa perhitungan. Allah menetapkan segala sesuatu menurut ukuran (QS. 54:49). Dan di dunia ini hanya iradah Allah sajalah yang berlaku. Boleh jadi mereka para perempuan membenci status yang melekat pada dirinya, padahal mereka tidak tahu bahwa itulah yang terbaik yang Allah berikan padanya (QS. 2: 216).

 
posted by Syahida
Permalink ¤


2 Comments:


  • At 9:26 AM, Blogger Idho Mahessah

    Bersyukurlah Wahai Wanita telah diciptakan Allah menjadikan indah setiap padangan jika kaum adam melihatmu..

     
  • At 6:31 AM, Blogger jendalsepit

    nice post.
    itulah indahnya Islam dalam memuliakan wanita seandainya 'mereka' tahu..