Dec 7, 2006,10:12 AM
Dicari Generasi Ghuroba
غرباء ولغير الله لا نحنى الجباة ,غرباء وارتضيناها شعارا للحياة

إن تسأل عنّا فإنّا لا نبال بالطغا ,نحن جند الله دوما دربنا درب الأباة

لن نبال للقيود بل سنمضى للخلود , فلنجاهد ونناضل ونقاتل من جديد

غرباء ... هكذا الأحرار في دنيا العبيد ,كم تذاكرنا زمانا يوم كنّا سعداء

بكتاب الله نتلوه صباحا و مساءا

Kami takkan meletakkan kening pada selain Allah
Kami rela ia sebagai syair bagi kehidupan kami
Jika engkau bertanya siapa kami,
Kamilah orang yang tak gentar dengan thaghut durjana,
Kamilah tentara Allah, langkah kami para ksatria

Kami tak peduli dengan belenggu, terus maju menuju keabadian
Kami terus berjihad dan berjuang dan berperang kembali ke jalanNya
Ghuroba, itulah orang-orang merdeka ditengah para budak.

Betapa sering kami mengingat masa lalu
Disaat ummat islam berbahagia
Dengan kitab Allah yang selalu dibaca di waktu pagi dan dikala senja..


Mungkin nasyid ini terdengar asing di telinga kita sebagaimana judulnya Ghuroba. Karena sebagian dari kita mungkin lebih akrab dengan lantunan nasyid dari Seismic, Ed Coustic, Unic atau nasyid-nasyid yang bertemakan romantisme dengan lirik yang menghanyutkan para penikmatnya.

Nasyid ini menceritakan tentang mereka yang menyatakan dirinya sebagai jundullah yang telah bertransaksi dengan menjual anfuus dan amwal mereka untuk ditukar dengan jannah-Nya. Isy kariiman aumut syahiidan selalu menjadi nafas perjuangan mereka. Karena mereka bukanlah para oportunis yang suka menjilat penguasa demi keselamatan mereka. Bagi mereka penjara dan medan jihad lebih menarik ketimbang menggadaikan diri mereka pada thaghut durjana. Seperti perkataan Nabi Yusuf yang diabadikan dalam QS. Yusuf ayat 33 "Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka (imroatul azis Zulaikha)." Entah dengan mereka yang selalu berpikir pragmatis.

Energi mereka seakan tak pernah habis untuk berjuang, karena mereka adalah ruhbaanun fillaiil wa fursaanun finnahaar. Hari-hari mereka selalu dilalui dengan jihad fii sabiliillah, dan malam-malam mereka selalu dilalui dengan berkhalwat dengan Rabb-nya. Bukan hanya jasad yang kuat, tapi juga ruhiyah yang mantap sebagai bekal yang mengiringi setiap langkah mereka. Entah dengan mereka yang selalu menjadikan futur sebagi alasan kemandekannya.

Laa tas'aluuni 'an hayaat...Jangan kau tanya tentang hidupku. Adalah bait nasyid yang menjadi penghibur kala merentasi perjalanan panjang yang amat berat. Entah seberapa beratnya dibanding dengan mereka yang kerap mengeluh tentangnya amanah dakwahnya.

...

Ikhwah fillah, semestinya kita bercermin pada mereka. Walaupun mereka manusia, sama seperti kita. Bukan malaikat. Bisa terluka, dan bisa terjatuh. Tetapi ditengah keterbatasannya mereka telah mengisi seluruh hidupnya sarat dengan prestasi untuk Islam. Mereka tidak menyisakan sedikitpun ruang hidupnya dengan kemubadziran dan kemaksiatan. Bagaimana dengan kita? Tidakkah kita tersentil dengan jalan hidup mereka? "Dan di dalam kisah itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berpikir?" (QS. Yusuf: 111).

Meski sekecil apapun amal pasti akan diperhitungkan, tetapi janganlah pernah merasa cukup dengan secuil prestasi yang pernah kita ukir. Janganlah pernah merasa bangga dengan benteng keimanan kita yang bangun. Jangan pernah menundukkan kepala untuk membandingkan amalan kita. Tetapi tengadahlah. Lihatlah mereka yang telah menorehkan namanya dalam sejarah dengan tinta darahnya. "Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang padamu cobaan seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu." (QS. Al Baqarah: 214)


بدأ الاسلام غريبا وسيعود غريبا كما بدأ فطوبى للغرباء
"Islam bermula dalam keadaan asing, dan akan kembali sebagaimana ia bermula (sebagai sesuatu yang) asing; maka berbahagialah bagi kaum ghuroba' (orang-orang asing tersebut)." (HR. Muslim)

 
posted by Syahida
Permalink ¤


2 Comments:


  • At 7:37 PM, Blogger Dedi

    Assalamu'alaikum wr wb...
    (sedikit comment..)

    Masya Alllah,,,tulisannya begitu menggugah jiwa bagi para pembacanya.
    "Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Rabb-lah mereka bertawakkal."(QS.Al-Anfaal:2)

    Wassalam.

     
  • At 7:07 AM, Blogger satu

    Novel “rembulan di langit hatiku” telah terbit lho,
    Novel ini ditulis oleh dan's (dani setiawan), penulis syair-syair di album "seismic, rembulan di langit hatiku"
    coba kunjungi: danisetiawan.multiply.com
    …. berikut sedikit sinopsisnya:

    “….. berkenankah engkau menjadi rembulan di langit hatiku? hati yang merindukan lembut cahayanya? Berkenankah engkau menjadi Aisyah-ku? seperti kehadiran Aisyah r.a. dalam kehidupan Nabi Saw.? Berkenankah engkau ….. menjadi istriku?

    Bidadari itu terdiam mendengar apa yang kukatakan. Ia tak berucap meski hanya sepatah kata, pandangannya menerawang angkasa. Sejenak kemudian ia menatap mataku, lalu ia alihkan pandangannya ke pepohonan yang tumbuh di sekeliling kami. Air mata … mengalir lembut … lembut sekali … di pipinya.

    ————————————————-

    Novel romantis ini berkisah tentang sebuah perjuangan, untuk mewujudkan cinta sejati. Cinta yang tak hanya berjalan sendiri, … tetapi menyelaraskan kehadirannya bersama percikan-percikan akal, dan getar-getar nurani.

    Bila cinta itu telah datang, … adakah seorang yang bisa bersembunyi dari pesona yang dibawanya?

    Bila kerinduan itu telah tiba, … adakah seorang yang bisa mengelak dari kehadirannya?

    =======================================================

    Profil Penulis
    Dani Setiawan (Dan’s) menjalani masa-masa sekolahnya di Bandung. Setelah lulus dari SMAN 2 Bandung, ia melanjutkan S1 di ITB, lulus dengan predikat “sangat memuaskan”. Setelah merasakan atmosfer “kerja” di Jakarta dan Bogor, ia kemudian melanjutkan S2 di ITB, lulus akhir tahun 2006. Pada tahun 2003, ia sempat mempublikasikan syair-syair yang pernah dibuatnya, dalam sebuah album-musik indie “Seismic, terlabuhkan/rumahku surgaku”. Hobby menulis mulai tumbuh sejak ia masuk di sekolah menengah tingkat pertama. Novel ini adalah buku pertama yang dipublikasikannya. Novel ini sendiri terbit bersamaan dengan terbitnya album indie “Dan’s, rembulan di langit hatiku”

    ==================================================

    Buku diterbitkan oleh: SATU LUBUK–Relung Hati

    Distributor: KALAM 08156276264