Nov 22, 2006,9:22 AM
Akhlak Asasi Aktivis Muslim Sejati
Ruhbaanun fillaiil ...........
............... wa fursaanun finnahaar


Seorang aktivis muslim dituntut agar senantiasa membersihkan diri, meluruskan sikap, mempersiapkan akal, mental dan badannya untuk menempuh perjalanan yang sangat panjang. Setelah itu ia dituntut untuk menyebarkan semangat ini kepada orang-orang yang berada di sekitarnya, seperti keluarga, sahabat, dan lingkungannya. Seorang muslim belum bisa dikatakan sebagai aktivis muslim sejati selama ia belum mampu menjalankan hukum dan akhlak Islam, serta berpegang teguh dengan batasan perintah dan larangan yang diajarkan oleh Rasulullah dari Tuhannya.

Dakwah Islam memiliki tabiat bagi setiap orang yang bergabung di dalamnya, berjanji untuk menyebarkannya dan berkorban untuk memperjuangkannya, walaupun kadang terasa amat berat. Maka sangat wajar jika aktivisnya diibaratkan sinyal yang berfungsi untuk memperingatkan manusia ketika ada bahaya mengintai. Ia tidak bisa tidur dengan pulas dan harus siaga setiap saat. Ia juga dituntut untuk mampu mengubah sebuah pengakuan yang teoritis menjadi sebuah praksis ketika dirinya bergabung dalam kafilah ini.

Seorang aktivis muslim memiliki sifat dan karakter yang membedakannya dengan orang lain. Sifat dan karakter tersebut melekat kuat pada dirinya dan mencerminkan kebenaran pada apa yang diusungnya. Berikut beberapa hal yang hendaknya diperhatikan untuk membangun akhlak asasi seorang muslim.

1. Aqidahnya bersih (saliimul 'aqiidah)
2. Akhlaknya solid (Matiinul khuluqi)
3. Ibadahnya benar (Shohiihul I'baadah)
4. Tubuhnya sehat dan kuat (Qowiyyul jismi)
5. Pikirannya intelek (Mutsaqqoful fikri)
6. Jiwanya bersungguh-sungguh (Mujaahadatun nafsi)
7. Mampu berusaha mencari nafkah (Qaadiirun 'alal kasbi)
8. Efisien dalam memanfaatkan waktu (Hariisun 'alal waqti)
9. Bermanfaat bagi orang lain (Naafi'un lighoirihi)
10. Selalu menghindari perkara yang samar-samar (Ba'iidun 'anisy syubuhat)
11. Senantiasa menjaga dan memelihara lisan (Hifdzul lisaan)
12. Selalu istiqomah dalam kebenaran (istiqoomatun filhaqqi)
13. Tunduk pandangan, pelihara kehormatan (Gaddhul bashor wahifdul hurumat)
14. Lemah lembut dan suka memaafkan (Latiifun wahubbul 'afwi)
15. Benar, jujur dan tegas (Al Haq, Al-amanah-wasyja'ah)
16. Selalu yakin dalam tindakan (Mutayaqqinun fil'amal)
17. Rendah hati (Tawadhu')
18. Berpikir positif dan membangun (Al-fikru wal-bina')
19. Senantiasa siap menolong (Mutanaashirun lighoirihi)
20. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir (Asysyidda'u 'alal kuffar)

Ayyuhal ikhwah, apakah karakter ini sudah menjadi bagian dari kita sebagai pengusung da'wah? Bukah hanya sekedar retorika, tapi sudah menjadi perbuatan dan fakta? Mengubah pengakuan yang teoritis menjadi sebuah aplikasi praktis?
Wallahu a'lam

Astaghfirullahal'adziim....Semoga tidak kaburo maqtan




 
posted by Syahida
Permalink ยค


0 Comments: